Modul Jurnalistik Dibuang Sayang

Modul Jurnalistik Dibuang Sayang
https://communication.binus.ac.id/files/2018/12/For-Web-8.png

referensimusim.com – Sekedar berbagi literasi, kami upload ulang Modul Jurnalistik ini, ditulis tahun 2008 saat admin menjadi mahasiswa dan diminta menjadi pemateri terkait jurnalistik. Semoga bermanfaat di era Jurnalisme Digital ini.

Puji serta syukur senantisa kita lantunkan dan panjatkan kehadirat Allah Swt, Pemilik segala Alam Raya, kepada-Mu  bermuara doa, kepada-Mu berrmuara cinta. Shalawat serta salam kita haturkan dan lapazkan kepada Baginda Muhammad Saw, pembawa risalah kebenaran, tauladan keadilan dan soko guru perjuangan.

Setidaknya ada tiga alasan munculnya modul yang ada di tangan Anda ini. Pertama, manfaat buat saya pribadi. Selama ini, saat di minta menjadi salah seorang pembicara dalam acara-acara semacam “pelatihan jurnalistik” saya kerap kelimpungan. Pasalnya, mesti cari sana-sini bahan materi yang di minta panitia. Walau pada akhirnya, jadi juga sebuah makalah untuk disajikan kepada peserta. Kedua, saya sangat sedih saat acara usai, lembaran makalah hasil jerih payah itu tercecer tanpa tuan dan berakhir tragis, masuk tong sampah. Huh…memang nasib. Ketiga, dengan dihimpun seperti ini semoga manfaatnya kian terasa dan bisa di baca kapan Anda suka. Makanya saya berteriak dalam hati, “sungguh sayang Anda buang!”.

Modul ini kalau boleh saya jujur hasil pungut sana-sini. Ya itu tadi, lembar demi lembar yang tercecer saya pungut. Beberapa tulisan seperti, Mulai Menerjemah adalah hasil ‘cetak ulang’ dari makalah yang pernah saya sampaikan dalam Seminar Prospek Jurnalistik Bagi Mahasiswa Indonesia Sudan (2/2007)  yang di gelar di Sekretariat PPI Sudan. Tulisan ini judul aslinya, Terjemah, Khazanah Peradaban. Begitu juga tulisan, Editing; Sentuhan Akhir  Sebuah Naskah. Tulisan ini pernah saya sampaikan pada pelatihan jurnalistik yang di adakan majalah el Nilein (10/2007). Adapun tulisan yang lain, Mengenal Dasar Teknis Jurnalistik dan Beberapa Tulisan Jurnalistik  adalah hasil rangkuman dari beberapa tulisan dan makalah yang saya dapatkan saat ikut pelatihan jurnalistik di STIKOM Bandung (1998).

Akhirnya, kepada Allah saya mohon ampun semoga modul sederhana ini dapat menambah timbangan amal saya kelak di alam abadi. Kritik dan saran sungguh saya natikan. Karena dengannya, kita bisa semakin memperbaiki diri.

Arkaweet, 13 Februari 2008
Gozali Sudirjo

DAFTAR ISI MODUL JURNALISTIK DIBUANG SAYANG
Mengenal Dasar-dasar Teknis Jurnalistik
Beberapa Tulisan Jurnalistik 
Prinsip Bahasa Jurnalistik 
Editing Sentuhan Akhir Sebuah Naskah
Mulai Menerjemah

***

Perubahan Praktik Jurnalisme di Era Digital
Cara kerja jurnalistik telah berubah di era yang serba digital ini, mulai dari praktik, norma, dan organisasi hingga tujuannya.

Jurnalisme saat ini
Jurnalisme mengalami perubahan menjadi jurnalisme yang interaktif dengan audiens yang lebih aktif sebagai komentator, pengawas, bahkan pembuat konten.

Cara pengumpulan berita saat ini juga mengalami perubahan menjadi:
1. Curative journalism, yaitu pengumpulan berita yang diperoleh dari sumber lain dan diolah dan dikumpulkan ke dalam satu tempat.
2. Hyperlocalisation journalism, yaitu pelaporan berita dari daerah tertentu sehingga masyarakat juga dapat menulis berita. Hal tersebut biasanya dikenal sebagai citizen journalism.

Gaya penulisan berita juga mengalami perubahan, di antaranya:
1. Jurnalisme opini, yaitu gaya penulisan subjektif terhadap suatu isu.
2. Jurnalisme kolaborasi, penggabungan atau pengumpulan informasi oleh lebih dari satu orang dan disusun sehingga menghasilkan sebuah berita.
3. Jurnalisme sindikat, sebuah berita yang dipublikasikan dari sebuah agensi.
4. Jurnalisme lapdog, yaitu jurnalis yang lebih mendukung pemerintah. Jenis jurnalisme ini bertentangan dengan tujuan awal jurnalisme, yaitu sebagai kritik pemerintah (watchdog journalism).

Smarter journalism
Dengan adanya perubahan di dalam dunia jurnalisme, terutama karena adanya Internet, muncul konten-konten yang telah disesuaikan dengan selera audiens. Misalnya Google, yang membuat halaman depan situs yang berbeda-beda, tergantung dari preferensi dan history dari orang yang menggunakannya.

Berbagi dengan Admin Follow IG @referensimuslim_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *